Tentang Kampus Idaman . . .
Sebuah kisah pribadi yang saya tulis tanpa tendensi
"Rencana mau kuliah dimana?"
Sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan kepada pelajar SMA yang mayoritas masih bingung mau kuliah dimana dan sebagian lagi sudah punya gambaran tentang kampus idaman mereka. Sama halnya dengan saya yang waktu itu juga masih pusing dengan persiapan ujian nasional, dan tambah pusing lagi dengan pertanyaan macam itu. Waktu itu saya bertekad harus kuliah di kampus yang berkualitas, bermutu, bonafit, dan pastinya high-tech (muluk-muluk banged yo?).
Setelah saya wara-wiri daftar kuliah kesana kemari, alhamdulillah saya resmi menjadi seorang mahasiswa, tepatnya di Universitas Islam Indonesia. Yap, sebuah Universitas yang (JUJUR) tidak ada dalam list kampus idaman saya. Setelah saya jalani semester 1, saya baru sadar kalo semua kriteria kampus idaman saya ada di UII. Tepat sekali, berkualitas, bermutu, bonafit, dan high-tech.
Sekarang saya akan melepas jas almamater UII saya sebentar untuk menjabarkan kriteria-kriteria kampus idaman saya se-obyektif mungkin.
Berkualitas
Bermutu
Bonafit
High-tech
Nah, kriteria yang satu ini saya rasa wajib hukumnya untuk dimiliki sebuah kampus pada era kayak sekarang ini. Semuanya serba praktis, mobile dan berbasis teknologi. Kita bisa lihat sekarang ini hampir semua kampus punya official website untuk menunjang kegiatan dan aktivitas civitas akademikanya. Hari gini jangan milih kampus yang gak punya website dah (hehe). Disamping itu keberadaan sistem-sistem yang mendukung efektifitas kegiatan kampus juga perlu dipertanyakan. Contohnya sistem peminjaman buku perpus dengan sistem barcode, memiliki fasilitas WiFii, presensi dengan finger print, CCTV untuk kepentingan sekuritas, e-learning untuk mendukung proses pembelajaran secara online, sistem entry KRS secara online, KTM sebagai smart card - one card access, dan masih banyak lagi. Semua itu perlu dipertimbangkan dalam rangka memilih kampus yang high-tech (melek teknologi).
Faktor-faktor lain seperti biaya kuliah, saya rasa bukanlah faktor primer yang menjadi penentu dalam memilih perguruan tinggi. Hal ini disebabkan karena banyak variabel yang mempengaruhi biaya tadi. Biaya untuk jurusan kedokteran akan sangat berbeda dengan biaya di jurusan bahasa dan sastra. Menurut saya, harga memang bisa 'bicara' karena harga mewakili apa yang kita dapatkan. Jika kita ingin mendapat barang yang bermutu dan high quality, maka kita harus membayar nominal yang sesuai dengan kualitasnya. Dan berlaku juga untuk kedaan sebaliknya.
Empat kriteria tadi adalah kriteria kampus idaman menurut kacamata saya dari sudut pandang orang ketiga. Nah, sekarang saya akan memakai jas almamater UII saya lagi untuk bersyukur karena kampus saya sekarang adalah benar-benar kampus idaman saya. Sehingga saya bisa kuliah dengan nyaman di kampus idaman. Kalo kamu gimana?
Kriteria yg cukup lengkap dan ideal gan tuk memilih sebuah PT idaman. Wah...apalagi jika UII memberikan program beasiswa bagi mahasiswa yg berprestasi....salam.
ReplyDeleteKomunitas Oejoeng : http://achmadtaher.blogspot.com