Pada pemilihan legislatif 9 April 2009 lalu, KPU tampil menggunakan teknologi baru yang disebut ICR (Intelegence Character Recognation). ICR adalah sistem cerdas yang mampu mengenali tulisan tangan dan menterjemahkannya kedalam kode atau simbol digital yang dapat dimengerti untuk diproses (edit dan disimpan) oleh komputer. Diharapkan dengan ICR ini proses penghitungan suara dapat berjalan cepat. Ternyata faktanya berkebalikan, penggunaan ICR justru membuat proses penghitungan berjalan sangat lambat. Disisi lain gangguan para hacker juga turut membuat jalannya transfer data ke pusat penghitungan tabulasi nasional terhambat. Selain masalah DPT yang kurang update, faktor lain seperti perangkat (server) juga turut menjadi kendala dalam proses penghitungan suara. Server yang digunakan KPU adalah perangkat bekas pemilu 2004. Hal ini tentunya juga sangat mempengaruhi proses pengiriman data sehingga juga turut mempengaruhi kelambatan penghitungan suara tabulasi nasional.
Berikut saya sertakan paper investigasi terkait teknologi yang digunakan KPU pada pemilihan anggota legislatif tahun 2009 ini.
Tanggapan saya :
Menurut saya, dimanapun ada implementasi barang baru, entah itu teknologi atau sistem baru, pasti akan ada banyak kekurangan begitu go live. Begitu juga dengan implementasi ICR pada pemilihan anggota legislatif lalu. Penerapan teknologi seharusnya diimbangi dengan SDM yang akan berurusan langsung dengan teknologi terkait. Sama halnya dengan ICR. Banyak operator ICR di daerah-daerah yang masih belum menguasai betul penggunaan ICR. Hal ini tentunya akan mempengaruhi proses input data dan akan berujung pada keterlambatan suara pada pusat data tabulasi nasional.
Berikut saya sertakan paper investigasi terkait teknologi yang digunakan KPU pada pemilihan anggota legislatif tahun 2009 ini.
Tanggapan saya :
Menurut saya, dimanapun ada implementasi barang baru, entah itu teknologi atau sistem baru, pasti akan ada banyak kekurangan begitu go live. Begitu juga dengan implementasi ICR pada pemilihan anggota legislatif lalu. Penerapan teknologi seharusnya diimbangi dengan SDM yang akan berurusan langsung dengan teknologi terkait. Sama halnya dengan ICR. Banyak operator ICR di daerah-daerah yang masih belum menguasai betul penggunaan ICR. Hal ini tentunya akan mempengaruhi proses input data dan akan berujung pada keterlambatan suara pada pusat data tabulasi nasional.
0 comments:
Post a Comment